puJTGcKfy_fxeKRAbrODRSPkJIoFtrp5j-15hekdwtA

Pencarian

Memuat...

Senin, 31 Mei 2010

PROGRAM PELAYANAN KESPRO

Setiap manusia, dalam hidupnya mengalami beberapa tahap¬an perkembangan. Tahap yang dilalui dalam perkembangan se¬tiap kehidupan manusia, meliputi :
a.Tahap anak dalam kandungan, kemudian lahir.
b.Tahap anak
c.Tahap dewasa muda
d.Tahap dewasa tua
e.Tahap tua, untuk kemudian meninggal.

Dalam rangka mempertahankan jenisnya di dunia ini, semua makhluk hidup memiliki sistem perbanyakan jenis atau sistem berkembang biak yang disebut pula sistem reproduksi. Perkataan reproduksi di sini diartikan sebagai produksi keturunan.
Dikenal dua macam cara reproduksi, yaitu reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Pada reproduksi seksual, keturunan bare lahir setelah suatu proses yang melibatkan sel kelamin. Suatu reproduksi seksual dapat bersifat biseksual, bila keturunan tersebut terjadi akibat penyatuan 2 jenis sel kelamin, yaitu sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Reproduksi seksual dapat juga bersifat uniseksual atau disebut partenogenesis, bila munculnya makhluk baru ter adi dengan hanya melibatkan satu jenis sel kelamin saja misalnya sebagai wujud pengembangan sel telur yang tidak dibuahi. Pada reproduksi aseksual, perkembangbiakan ter adi tanpa melibatkan sel kelamin, misalnya melalui pembelahan diri atau penumbuhan tunas baru.

Pada manusia terjadi reproduksi biseksual. Proses reproduksi ini mulai dengan bertemunya sel mani dari pria dengan sel telur dari wanita, sehingga wanita tersebut menjadi hamil untuk kemudian manusia baru. Sejak dahulu kala, manusia telah berusaha untuk mengendalikan fungsi reproduksinya dengan berbagai cara. Pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia, khususnya tentang sistem reproduksi manusia, amat memacu perkembangan upaya pengendalian kelahiran, yang menjadi upaya pendukung utama dalam keluarga berencana.
Pembicaraan tentang sistem dan alat reproduksi pria dan wanita kadangkala dianggap tabu, akan tetapi dalam pelaksanaan tentang ini perlu disebarluaskan kepada masyarakat melalui para petugas secara bertanggung jawab, guna memperlancar upaya perencanaan kelahiran dalam keluarga, menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Di bawah ini diurai¬kan anatomi dan fisiologi sistem reproduksi manusia, faktor yang berpengaruh serta reproduksi sehat manusia.

Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Manusia.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan bagian tu¬buh dan menguraikannya satu persatu. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari kerja atau faal/fungsi bagian atau alat tu¬buh. Sesuai dengan sistem reproduksi manusia yang bersifat biseksual, di bawah ini akan diuraikan anatomi dan fisiologi sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.
a.Sistem Reproduksi Pria.
Sistem reproduksi pria adalah sistem yang menghasil¬kan sel kelamin untuk proses reproduksi manusia. Sel ke¬lamin pria tersebut dinamakan sel mani atau sperma. Sper¬ma diciptakan oleh sepasang buah zakar atau testis. Sperma keluar melalui sepasang pembuluh yang bernama saluran sperma atau vas deferens, yang kemudian berhubungan dengan pembuluh yang menyalurkan air mani (semen). Air mani dihasilkan oleh kantong semen (vesicula seminalis). Ketika sperma sampai pada saluran kencing (urethra), ia sudah bercampur dengan air mani dan produk 2 jenis kelenjar, yaitu kelenjar prostat dan kelenjar bulbo¬urethralis.
Setiap kali senggama, pria mengeluarkan kira-kira satu sendok teh air mani yang didalamnya mengandung 200 - 500 juta sperma. Dengan demikian setetes air mani sudah mengandung ribuan sperma. Panjang sperma kira-kira 1/20 mm. Geraknya lincah dan dapat menempuh jarak 2-4 mm per menit. Setelah disemprotkan dalam liang kemaluan wanita waktu senggama, sperma dapat hidup sekitar 8 jam dalam liang kemaluan itu, namun di dalam rahim dapat hidup lebih lama, sekitar 2-3 hari.
Buah zakar, kecuali menghasilkan sperma, juga meng¬hasilkan hormon. Hormon tersebut disebut hormon kejan¬tanan atau testosteron, yang memberikan tanda kelaki¬-lakian pada pria, seperti suara yang besar, bahu yang lebar, pinggul kecil, kumis dan jenggot serta rambut lain yang khas bagi pria.

b.Sistem Reproduksi Wanita.
Alat reproduksi wanita terdiri atas 4 bagian (lihat gambar), yaitu :
Liang kemaluan atau Jiang sanggama (vagina) Rahim atau kandungan (uterus)
Sepasang saluran telur (tuba fallopii)
Sepasang indung telur (ovarium).
Sel telur (ovum) terbentuk dalam indung telur. Dalam kedua indung telur seorang wanita terdapat ribuan sel telur yang belum masak, jumlahnya antara 30.000 — 40.000 buah. Sejak ia lahir, sel telur telah ada di situ. Tiap sel telur telah berada dalam bungkusan sel yang bernama folikel. Sejak se¬orang wanita mencapai pubertas, folikel dan sel telur yang ada didalamnya mempunyai suatu fungsi baru, demikian juga alat kelaminnya.
Telur yang tersimpan dalam indung telur itu masak satu dalam sebulan, dari indung telur yang satu atau yang lain. Dengan perkataan lain, diantara 2 haid atau datang bulan, seorang wanita mengeluarkan sebuah sel telur dari indung telurnya. Sel telur amat kecil, hanya sebesar ujung jarum. Adakalanya seorang wanita menghasilkan lebih dari satu telur dalam sebulan, atau tidak sama sekali diantara dua haid, Namun biasanya, dihasilkan satu buah sel telur dalam siklus haid, dari indung telur yang kiri atau yang kanan.

Faktor yang Mempengaruhi Terhadap Reproduksi Manusia.
Banyak faktor yang berpengaruh terhadap reproduksi manu¬sia yang dapat dikelompokkan sebagai berikut
a.Faktor Organobiologik.
Reproduksi manusia yang bersifat biseksual, dipenga¬ruhi oleh faktor organobiologik, baik pada pria maupun pada wanita. Faktor organobiologik ini mencakup berbagai kelain¬an anatomis maupun fungsional dari pada alat tubuh ma¬nusia, terutama kelainan alat dan fungsi reproduksi, yang dapat mengakibatkan kelainan pada kualitas dan kuantitas reproduksi manusia.
Dalam kelompok faktor oganobiologik ini, termasuk :
1)Umur manusia.
Diketahui bahwa puncak kesuburan umumnya berada pada usia sekitar 24 - 25 tahun. Fungsi reproduksi menurun setelah usia itu.
2)Faktor gizi.
3)Penyakit infeksi, seperti radang kelenjar parotis pada mulut (gondongan), tuberkulosis, kencing nanah, ra¬dang prostat, kusta, cacar dan sebagainya.
4)Alergi dan gangguan imunologik.
5)Gangguan metabolisme umum, seperti kencing manis dan sebagainya.
6)Kegagalan ginjal menahun.
7)Kelumpuhan bagian bawah anggota badan (papaplegia).
8)Kelainan endoktrim pada kelenjar hipofise otak.
9)Kelainan kromosom.
10)Kelainan letak, misalnya tidak turunnya buah zakar kedalam kantong zakar.
11)Gangguan persanggamaan seperti impoten dan sebagai¬nya.
12)Pengaruh dari luar : obat, zat kimia, radiasi, suhu ling¬kungan sekitar, dan sebagainya.

b.Faktor Psikoedukatif.
Reproduksi manusia juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tergolong psikoedukatif, yaitu faktor kejiwaan dan pendidikan atau pengetahuan manusia. Kesadaran akan gawatnya masalah kependudukan suatu negara, merupakan motivasi untuk upaya pentingnya memelihara kesehatan ibu dan anak Berta keluarga, membuat para pasutri memprak¬tekkan keluarga berencana. Dalam banyak hal, pendidikan kaum wanita berpengaruh positif terhadap pengendalian re¬produksinya.

c.Faktor Sosiokultural.
Faktor yang tergolong dalam kelompok sosial budaya memberi pengaruh pula terhadap reproduksi manusia. Pandangan bahwa anak laki-laki lebih berharga daripada wanita, banyak anak banyak rejeki seringkali menjadi pendorong pemacuan terhadap fungsi reproduksi, bahkan seringkali dengan melupakan akibat buruk terhadap kesehatan ibu dan anak.
Rendahnya status kaum wanita dalam budaya sesuatu bangsa serta peranan wanita yang terbatas pada pengelolaan rumah tangga saja, seringkali mengakibatkan pengaruh ne¬gatif pada reproduksi manusia.
Pengertian akan pengaruh faktor tersebut, biasanya men¬jadi pengalaman bagi kegiatan dalam program keluarga be¬rencana. Dalam penanggulangi kemandulan misalnya, digu¬nakan pendekatan pasutri, mengingat 40% penyebabnya terletak pada pria, 40% lagi bagi wanita dan 20% sisanya pada kedua pihak bersama-sama.
Dalam program keluarga berencana nasional di Indone¬sia, dikenal beberapa pendekatan untuk mengatasi kecepat¬an pertumbuhan penduduk, yang bila dipandang dari sudut penanganan reproduksi manusia, dapat dinyatakan sebagai berikut :
a.Pendekatan keluarga berencana, dengan :
Pelayanan kontrasepsi yang terutama untuk menga¬tasi penyebab yang tergolong dalam faktor ogano¬biologik.
KIE, yang terutama untuk mengatasi penyebab da¬lam kelompok faktor psikoedukatif.

b.Pendekatan yang mendukung keluarga berencana (be¬yond family planning), yang umumnya tergolong dalam upaya penanganan faktor sosiokultural dari pada repro¬duksi manusia. Jelaslah bahwa, pengetahuan dan pe¬ngertian tentang reproduksi manusia perlu disebar¬luaskan, tidak saja kepada para petugas, namun perlu diteruskan kepada masyarakat sesuai dengan tingkat pen¬didikan sasaran, agar semakin meningkatkan kemampuan masyarakat sendiri untuk turut mengatasi masalah kesehatan reproduksinya, kesehatan keluarga, keluarga berencana serta pengendalian masalah kependudukan secara nasional.

Pola Reproduksi Sehat Manusia.
Penelaahan terhadap anatomi dan fisiologi sistem reproduksi manusia, memberi pengertian bahwa reproduksi terjadi akibat penyatuan sel telur seorang wanita dengan sel mani seorang pria. Diketahui pula, bahwa seorang wanita hanya mengeluarkan sel telur selama ia berada dalam masa reproduksi yang biasanya berlangsung terhadap faktor yang mempengaruhi reproduksi manusia, memberi pengertian bahwa proses reproduksi perlu diatur dengan cara mengatur atau mengendalikan faktor yang berpengaruh, baik faktor yang tergolong dalam kelompok orga¬nobiologik, psikoedukatif maupun sosiokultural. Pola repro¬duksi sehat manusia adalah pola reproduksi keturunan yang tidak menimbulkan gangguan kesehatan jasmani, rohani dan sosial, baik mencapai pola reproduksi yang sehat, harus dipenuhi be¬berapa persyaratan sebagai berikut :
-Reproduksi terjadi pada masa reproduksi sehat pasangan suami istri yang bersangkutan.
-Reproduksi terjadi karena memang diinginkan oleh pasang¬an suami istri yang bersangkutan.

Kesimpulan
1.Reproduksi manusia bersifat bisekzual, melibatkan sistem reproduksi pada pria maupun wanita.
2.Pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi sistem reproduksi manusia penting sebagai dasar perenca¬naan keluarga dalam keluarga berencana.
3.Pengendalian reproduksi manusia penting dalam upa¬ya mengatasi kecepatan pertumbuhan penduduk, melalui pengendalian berbagai faktor yang berpe-ngaruh terhadap reproduksi tersebut, yakni faktor organobiologik, psikoedukatif dan sosiokultural.
4.Pola reproduksi sehat manusia merupakan landasan untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
5.Pentingnya pengertian akan reproduksi manusia, termasuk cara-cara kontrasepsi dan pemilihan/pemakaian, kontrasepsi yang rasional, dalam pelaksanaan program keluarga berencana nasional, menuntut disebarluaskan materi tentang reproduksi manusia dalam pendidikan keluarga berencana.

KELAINAN METABOLISME DAN ENDOKRIN

A.Kelainan Metabolisme
Tanda dan gejala kelainan metabolisme :
-Asidosis metabolik
-Muntah terus menerus
-Pertumbuhan terhambat
-Perkembangan abnormal
-Kara metabolit tertentu pada darah dan urine meningkat, misalnya asam amino, bau yang khas pada urine atau pada perubahan fisik seperti hepatomegali, kelainan metabolisme bawaan yaitu dengan memisahkan tanda dan gejala yang tampak pada periode neonatus dan yang tampak pada anak setelah periode neonatus.

Pada saat lahir, neonatus dengan gangguan metabolik biasanya normal, namun beberapa jam setelah melahirkan timbul tanda-tanda dan gejala-gejala seperti alergi, nafsu makan yang rendah, konvulsi dan muntah-muntah.
Kebanyakan kelainan metabolisme bawaan diturunkan sebagai sifat resesif autosom, sehingga riwayat kematian dalam periode neonatus pada keluarga dekat akan meningkatkan kecurigaan terhadap diagnosis kelainan metabolisme bawaan.

Kelainan metabolisme bawaan dapat terjadi akibat gangguan metabolisme asam amino, gangguan metabolisme lipid atau asam lemak, gangguan metabolisme karbohidrat dan gangguan metabolisme mukopolisakarida

B.Kelainan Endokrin
Tanda dan gejala pada kelainan endokrin tergantung pada kerenjar endokrin yang mengalami kelainan.
Bentuk-bentuk kelainan endokrin : hiperpituitarisme, hipopituitarisme, diabetes insipidus, diabetes melitus, hipotioroidisme, tiroiditis, karsinoma tiroid, hipoparatiroidisme, sindrom adenogenital, sindrom cushing, hipogonadisme hipergonadotropok, hipogonadisme hipogonaddropik.

Hipospadia

Hipospadia adalah salah satu kelainan bawaan pada anak-anak yang sering ditemukan dan mudah untuk mendiagnosanya.
Hipospadia adalah suatu keadaan dimana lubang uretra terdapat dipenis bagian bawah, bukan diujung penis. Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang terjadi pada 3 diantara 1.000 bayi baru lahir. Beratnya hipospadia bervariasi, kebanyakan lubang uretra terletak didekat ujung penis, yaitu pada glans penis. Bentuk hipospadia yang lebih berat terjadi jika lubang uretra terdapat ditengah batang penis atau pada pangkal penis, dan kadang pada skrotum (kantung zakar) atau dibawah skrotum.

A. Gejala Hipospadia :
- Lubang penis tidak terdapat diujung penis, tetapi berada dibawah atau didasar penis
- Penis melengkung kebawah
- Penis tampak seperti berkerudung, karena adanya kelainan pada kulit depan penis
- Jika berkemih, anak harus duduk

B. Etiologi Hipospadia
Penyebab pasti hipospadia tidak diketahui secara pasti. Beberapa etiologi dari hipospadia telah dikemukakan, termasuk faktor genetik, endokrin dan faktor lingkungan. Sekitar 28& penderita ditemukan adanya hubungan familial. Pembesaran tuberkel genitalia dan perkembangan lanjut dari phallus dan uretra tergantung dari kadar testoteron selama proses embryogenesis. Jika testis gagal memproduksi sejumlah testoteron atau jika sel-sel struktur genital kekurangan reseptor androgen atau tidak terbentuknya androgen converting enzyme, maka hal-hal inilah yang diduga menyebabkan terjadinya hipospadia.


C. Klasifikasi
Klasifikasi hipospadia yang sering digunakan yaitu berdasarkan lokasi meatus yaitu :
- Glandular, muara penis terletak pada daerah proksimal lokasi glands penis
- Coronal, muara penis terletak pada daerah sulkus coronalis
- Penile shaft
- Penoscrotal
- Perineal

D. Diagnosis
1. Diagnosis hipospadia biasanya jelas pada pemeriksaan inspeksi
2. Kadang-kadang hipospadia dapat didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal
3. Jika tidak teridentifikasi sebelum kelahiran, maka biasanya dapat teridentifikasi pada pemeriksaan bayi lahir
4. Pada penderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan untuk mengarahkan pancaran urine
5. Chordee dapat menyebabkan batang penis melengkung ke ventral yang dapat mengganggu hubungan seksual
6. Hipospadia tipe perineal dan penoscrotal menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk, dan hipospadia jenis ini dapat menyebabkan infertilitas.

E. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan hipospadia adalah dengan jalan pembedahan. Tujuan prosedur pembedahan pada hipospadia adalah :
1) Membuat penis yang lurus dengan memperbaiki chordea
2) Membentuk uretra dan meatusnya yang bermuara pada ujung penis
3) Untuk mengembalikan aspek normal dari ginetalia eksterna

Pembedahan dilakukan berdasarkan keadaan malformasinya. Pada hipospadia glanular uretra distal ada yang tidak berbentuk, biasanya tanpa recurvatum, bentuk seperti ini dapat direkonstruksi dengan flap lokal (misalnya prosedur santenelli, flip flap)

Obat yang lazim digunakan ibu hamil

OBAT YANG LAZIM DIGUNAKAN BAGI KEHAMILAN

Penggunaan obat pada wanita hamil memerlukan pertimbangan lebih khusus karena resiko tidak hanya pada ibu saja, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Resiko yang paling dikhawatirkan adalah timbulnya kecacatan pada janin atau bayi yang lahir nantinya baik berupa cacat fisik maupun cacat fungsional. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah manfaat dari penggunaan obat lebih besar dari resikonya, sehingga ibu dapat melahirkan bayi yang sehat dengan selamat.

Tidak ada obat secara mutlak dianggap aman untuk digunakan pada masa kehamilan. Efek teratogenik tidak hanya dalam bentuk kecacatan fisik saja, tetapi juga pertumbuhan yang terganggu fungsional/mutagenesis. Kecacatan janin akibat obat diperkirakan sekitar 3% dari seluruh kelahiran cacat. Resiko paling tinggi untuk menimbulkan efek tersebut adalah penggunaan obat pada trimester pertama, lebih tepatnya minggu ke 3 sampai dengan ke 8 dimana sebagian besar organ utama sudah terbentuk.

Obat-obat yang bisa digunakan selama masa kehamilan yaitu obat yang dianggap aman, yaitu obat yang setelah digunakan dalam jangka waktu panjang tidak menimbulkan efek buruk pada janin. Macam-macam obat yang lazim digunakan bagi ibu hamil seperti :

1. Nutricia

Indikasi : Minuman bergizi untuk ibu hamil dan menyusui

Dosis : Pemakaian tambahkan 4 sendok takar bubuk kedalam 100 ml air. Menghasilkan 154 kkal

2. Mama`s Best

Indikasi : Melengkapi kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan menyusui

Dosis : Campurkan 5 sendok takar (54 gram) kedalam 200 ml air, berikan 1-2 x sehari

3. Prosh

Indikasi : Simtomatik benign prostatic hyperplasia

Kontra indikasi : Hipersensitif, wanita hamil dan anak

Perh : Dianjurkan selama terapi awal dan pada periode interval tertentu dilakukan pemeriksaan kemungkinan adanya kanker prostat. Kecepatan eliminasi finasteria menurun pada usia lanjut diatas 70 tahun, tetapi tidak diperlukan penyesuaian dosis, tidak boleh diberikan pada wanita menyusui. Hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya uropati obstruktif. Penderita dengan gangguan fungsi hati.

Efek samping : Biasanya bersifat ringan dan sementara, impotensi, penurunan libido dan penurunan volume ejakulat.

Dosis : Dosis yang dianjurkan 1 x sehari 5 mg. meskipun awal perbaikan baru dapat terlihat paling sedikit 6-12 bulan sesudah pengobatan, diperlukan penilaian respon klinis sesudah terapi selama 6-12 bulan

4. Kalzan

Indikasi : Memenuhi kebutuhan kalsium pada masa hamil dan menyusui, pada anak dalam masa pertumbuhan tulang dan gigi serta usia lanjut.

Dosis : Anak dan dewasa 2 x sehari 1 sendok takar syrup

Wanita hamil dan menyusui 3 x sehari 1-2 sendok takar syrup

5. Hufalart

Indikasi : Terapi suplemen pada hipokalsemia atau kebutuhan kalsium meningkat seperti pada kehamilan dan menyusui

Kontra indikasi : Gangguan fungsi ginjal dan / riwayat batu kalsium saluran kemih, penderita pengobatan glikosida jantung.

Efek samping : Sembelit, iritasi, gastrointestinal

Dosis : 3 x sehari 1-2 kaplet

6. Dumocalcin

Indikasi : Untuk pembentukan tulang dan gigi, mencegah dan mengobati rakitis, untuk wanita hamil dan menyusui

Kontra indikasi : Penderita penyakit ginjal yang berat keadaan dimana kadar kalsium darah dan urin meninggi

Dosis : 2 x sehari, dewasa 2-4 tablet, anak 1-2 tablet

7. Bufaca = Kalsium laktat 500 mg / kaplet

Indikasi : Suplemen hipokalsemia atau kebutuhan kalsium meningkat seperti pada kehamilan, menyusui, penggunaan kartikosteroid dalam jangka lama

Kontra indikasi : Gangguan fungsi ginjal atau riwayat batu kalsium saluran kemih, penderita dengan pengobatan glikasida jantung

Efek samping : Sembelit, iritasi gastrointestinal

Dosis : 3 x sehari 1-2 kaplet

8. Bionemi

Asam folat, Vitamin B12 , Vitamin C, vitamin D3, carbonat

Indikasi : Suplemen vitamin dan mineral untuk anemia pada masa kehamilan dan menyusui

Kontra indikasi : Penderita himokromatosis, penderita anemia yang bukan disebabkan kekurangan zat besi

Efek samping : Mual, muntah, nyeri lambung atau nyeri perut, diare, konstipasi

Dosis : 1 kapsul sehari

9. Hemaviton

Indikasi : Pada keadaan keletihan, meningkatkan energi dan stamina, masa penyembuhan, usia lanjut, masa hamil dan menyusui, menopause, membantu proses metabolisme dan pembentukan sel darah merah

Dosis : Dewasa 1 – 2 kapsul sehari sesuai kebutuhan, dianjurkan diminum pada waktu atau sesudah makan

10. Fitonal

Vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, tembaga, kalsium, mangan, magnesium

Indikasi : Tambahan vitamin dan mineral pada orang tua, wanita hamil dan menyusui, wanita usia subur dan masa pemulihan kesehatan

Kontra indikasi : Hipersensitif, penyakit akibat kelebihan zat besi dan penyakit hemolitik lainnya.

Efek samping : Mual, muntah, diare dan rasa tidak enak di ulu hati

Dosis : Sehari 1 tablet sesudah makan

11. Obipluz

Vitamin A, vitamin E, vitamin B, vitamin B2, vitamin B12, asam folat, seng (sebagai sulfat atau glukanat), magnesium, mangan dan tembaga.

Indikasi : Suplemen vitamin dan mineral dengan asam lemak esensial yang dibutuhkan wanita hamil dan menyusui serta sebagai nutrisi otak

Kontra indikasi : Hipersensitif

Dosis : 1 x sehari 1 kapsul lunak

12. Prenatal

Indikasi : Suplemen vitamin, asam folat, kalsium dan zat besi untuk masa kehamilan dan laktasi, masa pertumbuhan anak.

13. Biopradyn

Indikasi : Meningkatkan daya tahan tubuh, masa pertumbuhan, kehamilan, menyusui, menopause, pasca operasi, defisiensi vitamin kronik, keletihan pada kerja berat

Perh : Feses berwarna hitam

Dosis : Sehari 1

14. Cetop Zink

Indikasi : Suplemen, membantu proses metabolism, meningkatkan energy dan vitalitas, memperkuat daya tahan pada olahragawan, keadaan stress, ketegangan fisik dan mental, remaja masa pertumbuhan serta bagi yang menghambat pertumbuhannya, masa penyembuhan, pasca operasi, kehamilan, menyusui, kekurangan gizi, manula, gangguan pencernaan, infeksi akut dan kronik, flu, pilek.

Dosis : Dewasa dan anak > 12 tahun sehari 1 dragee

15. Neurotropin

Indikasi : Polineuritis, macam-macam gejala gangguan system syaraf, neuralgia, kelumpuhan otot, pundak dan lengan kaku, kesemutan, mengembalikan kesegaran setelah sembuh dari sakit, gangguan system syaraf perifer, gejala neuropati seperti neuropati diabetes, menghilangkan rasa mual / muntah pada masa kehamilan

Dosis : Dalam keadaan sakit parah 1 x 3 ml sampai gejala akut hilang, selanjutnya 2-3 x seminggu 3 ml

16. Mutibion

Indikasi : Nyeri karena gangguan urat syaraf terutama pada penderita kencing manis, sakit pinggang, kelumpuhan otot, rasa lelah, pundak kaku, kesemutan, neuralgia, memulihkan kesehatan setelah infeksi, gangguan sirkulasi perifer, menghilangkan rasa mual dan muntah pada kehamilan

Dosis : Ringan = Dimulai 2 – 3 x seminggu 3 ml sampai gejala hilang, sakit lebih berat 1 x setiap hari sampai gejala hilang

17. Prenatal EM

Komposisi : Tiap kapsul mengandung :

Ekstrak Ginger 350 mg

Vitamin B6 37,5 mg

Kegunaan : Membantu meredakan rasa mual dan muntah pada wanita hamil

Dosis : 1 kapsul, 1-2 kali sehari

Penyimpanan : Simpan ditempat sejuk (15 – 25 0C) dan kering, terlindung dari cahaya

18. Siobion Kapsul

Besi (II) Fumarat merupakan salah satu senyawa sumber zat besi untuk pembentukan sel darah merah.

Indikasi : Untuk mencegah dan mengobati anemia, defisiensi Vitamin C dan Vitamin D serta kalsium terutama pada masa kehamilan dan menyusui

Efek samping : Mual dan muntah

Peringatan &

Perhatian : Menyebabkan feces berwarna hitam

Interaksi obat : Pemberian bersama tannin, fosfat dan antacid dapat mengurangi absorbs

Dosis : Dewasa : Sehari, 1 kapsul

19. Kofiren Tablet

Indikasi : Bekerja sebagai antihistaminika untuk keadaan alergi seperti urtikaria, rhinitis, hay-fever

Kontra indikasi : Pasien yang hipersensitif terhadap obat ini

Efek samping : Dapat menimbulkan rasa kantuk, mulut kering dan pandangan kabur

Peringatan dan

Perhatian : - Jangan mengendarai kendaraan dan menjalankan mesin sesudah minum obat ini

- Jangan diberikan pada anak-anak dibawah usia 2 tahun tanpa petunjuk dokter

- Tidak dianjurkan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui karena resiko efek samping pada bayi

Dosis : Dewasa : 1 tablet 3-4 x sehari

Anak-anak 6-12 tahun : ½ tablet 3-4 x sehari

Anak-anak 2-6 tahun : ¼ tablet 3-4 x sehari

20. Broadamox

Indikasi : Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram positif / atau Gram negatif yang peka terhadap amoksisilina

- Infeksi saluran pernapasan bagian bawah, bronkhipneumonia dan otitis medis yang disebabkan oleh Streptococus pneumonia, stafilokokus non penisilinase dan haemophilos influenzae

- Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh Steptokokus, Stafilokokus dan Escherichia coli

- Infeksi saluran pencernaan seperti diare akibat bakteri, shigelosis, salmonelosis

- Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Nesseria gonorrhoeae, juga gonore yang tidak terkomplikasi

- Profilaksis endokarditis pada tindakan untuk gigi

Kontra indikasi : Penderita yang peka terhadap penisilina dan sefalosporin

Efek samping : Efek samping yang dapat timbul, tetapi jarang terjadi:

- Keluhan pada saluran cerna (mual, muntah, diare)

- Hipersensitif (urtikaria, nyeri sendi, demam, edema, angioneurotik, syok anafilaktik)

Bila timbul reaksi diatas, hentikan pemberian Broadmax dan tanggulangi dengan pemberian antihistamin

21. Vitonal-F

Anemia (kurang darah) adalah suatu kondisi tubuh akibat kekurangan zat merah darah (hemoglobin). Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen di paru dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan hemoglobin diperlukan makanan bergizi atau bila perlu ditambah vitonal-F yang mengandung zat besi tinggi (ferrous furmarate) serta asam folat (folic acid) dan vitamin B12 yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin sehingga dapat membantu pemulihan kondisi tubuh pada saat terjadinya kurang darah.

Vitonal-F juga mengandung vitamin dan mineral lainnya yang berguna untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu vitonal-F dikonsumsi oleh wanita yang aktif yang ingin tubuhnya tetap sehat pada usia produktif dan aktif.

Kegunaan : - Membantu mengatasi kurang darah

- Supelementasi vitamin dan mineral pada saat hamil dan menyusui

- Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral agar tetap sehat pada usia produktif dan aktif

Efek samping : - Feses berwarna hitam

- Jangan diberikan pada pasien yang mengalami transfusi darah berulang atau anemia yang bukan dikarenakan kekurangan zat besi.

22. Prenatin Plus

Farmakologi : Prenatin plus mengandung vitamin-vitamin dan mineral-mineral. Membantu metabolisme zat-zat yang diperlukan tubuh dalam sel-sel jaringan dan membantu pembentukan sel darah

Indikasi : - Mencegah dan mengobati kekurangan vitamin dan mineral misalnya selama hamil dan menyusui, pada masa pertumbuhan anak, masa penyembuhan dari sakit, masa lanjut usia

- Mencegah dan mengobati anemia atau penyakit kurang darah

Takaran Pemakaian : Sehari 1 dragee atau menurut petunjuk dokter

23. Prenatal + DHA

Kegunaan : Prenatal + DHA untuk membantu untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa kehamilan dan menyusui, serta sebagai nutrisi otak pada janin / bayi

Petunjuk

Penggunaan : 1 x sehari 1 kaplet atau sesuai anjuran dokter

Peringatan dan

Perhatian : - Feses berwarna hitam

- Jangan diberikan pada pasien yang mengalami transfusi darah berulang atau anemia yang bukan dikarenakan kekurangan zat besi

Penyimpanan : Simpan ditempat sejuk (15-25 0C) dan kering, terlindung dari cahaya

DAFTAR PUSTAKA

Anonim (2006), Informasi Spesialite Obat Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi. Indonesia ; Jakarta

Ginaswarna (1995). Farmakologi dan Terapi. Edisi Ke-4 UI Press ; Jakarta

Kamis, 20 Mei 2010

Ungkapan Hati

Kala Ketulusan Cinta Ungkapkan Isi Hatinya


Diperaduan malam yang kelam, dia terjaga dari mimpi indahnya. Seraya mengalunkan lagu kerinduan ia ungkapkan isi hatinya pada malam dan pada angin yang slalu setia menemaninya. Terdengar lirih ungkapan hatinya, seakan hembusan angin malam yang menyapa jiwa, “kekasih…dari dasar jiwaku yang beralaskan ketulusan cinta dan dihiasi indahnya kesetiaan ingin kuungkapkan asa dambanya, menjalani hidup bersama dalam peluk ketulusan cintamu adalah dambanya, mendekapmu slalu dengan kehangatan tulus cinta dan mengurai tawa bersama buah cinta adalah keinginannya. Ia berharap hanya akhir kehidupan yang memisahkan kebersamaan”. Sejenak ia terdiam sembari senandungkan do`a pada Yang Esa, karna Yang Esa pasti dengarkan isi hatinya dan kabulkan harapannya.
Saat malam makin mencekam, angin malam mulai menebar kedinginan, keheningan menyelimuti hati dan jiwanya dan kesunyian mencengkram keteguhan hatinya dan Kristal-kristal air mata kerinduan menetes dihatinya. Tiap tetesnya tergambar kerinduan untuk bersama dalam pelukan cinta, kerinduan mengurai tawa, kerinduan bermanja diatas sandaran cinta, kerinduan berbagi rasa dalam keheningan malam dibawah keremangan sinar bulan dan indahnya kerlip bintang dan kerinduan menyelami hati dan jiwa cinta. Dia tersenyum penuh rindu kala kristal-kristal air mata kerinduan menetes dihatinya. Namun, malam yang kian mencekam membawanya pada kenangan yang melukai hati dan perasaannya. Sesaat dia menahan nafas mencoba untuk melupakannya, ia coba lenyapkan bersama hembusan angin malam, namun kenangan adalah kenangan, tetap tinggal dalam ingatan. Meskipun menahan luka ia tetap menerawang mengingat kenangan pahit silam saat perasaannya tiada terjaga, saat hatinya terluka dan saat kekecewaan menghampirinya. Kini kristal-kristal air mata kepedihan menetes dihatinya. Dalam setiap tetesnya tergambar lukisan kedukaan.
Tiba-tiba ia berdiri memandang bintang dengan keindahan kerlipnya seraya berkata padanya, kukan slau mencintainya meskipun terkadang luka tergores dijiwa. Lalu ia melangkah menuju peraduan mimpi tuk hadirkan kembali bayangan kekasih hati sembari senandungkan do`a untuknya, semoga ketulusan cinta dihatinya slalu mengalir hanya untuknya sampai diakhir kehidupannya.

Saat fajar datang menyapa, ia terbangun dari mimpi indahnya dan tak lupa ia ucapkan syukur atas limpahan hari yang berbalur ketulusan cinta. Kemudian ia melangkah menghampiri mentari pagi sembari senandungkan lagu-lagu cinta yang mengalun dalam nada kerinduan dan ketulusan. Cerahnya hari secerah hati yang slalu disinari cahaya cinta sejati hingga puisi-puisi cinta tercipta.

Photoshop

Photoshop

1. Alt + Delete

Memberi warna objek dengan warna fore ground

2. Gunakan format RGB untuk tampilan monitor atau web untuk keperluan pencetakan pilih CMYK

3. Menyimpan tampilan photoshop yang sesuai simpan dengan cara klik window / workspace / save workspase

4. Mengubah wana yang terseleksi

- Shift + Backspase (membuka kotak dialog fill)

- Alt + Backspase

- Ctrl + Backspase

5. Ctrl + Shif + F (mengubah warna)

6. Alt + [ (memilih layer secara berurut dari atas ke bawah)

7. Shift + Alt + [ (memilih layer urutan paling bawah)

8. Enhanced picture packages

Mencentak banyak gambar, memilih ukuran halaman yang berbeda serta menambahkan label gambar seperti judul / hak cipta

9. Alt + klik pada preview untuk melihat ukuran serta resolusi gambar

10. Tombol Tab untuk menghilangkan / memunculkan menu komponen

11. Tekan F untuk masuk kelayar (mode) penuh, tekan F lagi untuk masuk ke mode berlayar hitam, tekan F sekali lagi untuk masuk ke mode normal

12. Tekan Shift + F untuk menampilkan dan menyembunyikan menu pada model layar penuh

13. F6 : Color F7 : Layer F8 : Info F9 : Actions

14. Window / reset pallete location / workspace

Mengembalikan ukuran dan lokasi palet-palet seperti semula disebelah kanan layar

15. Memsiahkan pallet

Klik segitiga disebelah kanan palet, pilih in sporate window

16. Memperbesar tampilan Tumbnail pada layer, klik pallet option pada layer Þ dan pilih ukuran tumbnail

17. Menyembunyikan dan menampilkan daerah cropping

Tekan slash ( / ) atau hilangkan ceklist pada shield

18. Menyamakan ukuran image, klik front image

19. Menyimpan setting cropping

Buka pallet tool presets / aktifkan curen tool only / buat layer baru create new tool preset

20. Tombol Capslock

Untuk mendapatkan kursor dengan ketelitian tinggi (kursor precise)

21. Tombol Alt = untuk melakukan klon (penggandaan objek). Tekan Alt dan geser gambar dengan mouse

22. Spacebar = tekan dan tahan, lalu gerakkan gambar untuk menggeser gambar

23. Tekan Ctrl + Spacebar lalu klik pada gambar untuk zoomin gambar

24. Menampilkan gambar seukuran layar

Klik view / fit on screen atai Ctrl + 0 (nol)

25. menampilkan ukuran pixel sebenarnya = view actual pixel atau tekan Ctrl + shift + 0 (nol). Tekan spacebar dan klik kanan pada gambar

26. menampilkan gambar pada banyak dokumen = klik window / documents / new window

27. membuat / memindahkan gambar kedalam text = buat text, tutup dengan gambar, seleksi text, aktifkan menu layer, add layer mask, reveal slection

28. memotong membuat gambar sama besar = aktifkan tombol crop, klick front image. Geser kursor crop untuk menentukan kota pemotong pada gambar 2. klik ganda pada kotak pemotong untuk memotong gambar 2

29. magnetic lasso tool = mengurangi nilai widht tekan tombol [ dan sebaliknya. Jika kursor menjadi lingkaran tanpa titik tekan capslock pada keyboard untuk memunculkan. Jika ingin menyeleksi bagian yang sama warnanya atau memiliki kontras yang sama, kecilkan nilai pada edge contrast. Frequency untuk memperbanyak titik path

30. magic wand tools = seleksi salah satu gambar dibagian tertentu, klik select, grow untuk memperluas seleksi berkali-kali. Klik select, similar untuk menyeleksi warna yang sama

31. membuat warna bacground / mengambil warna untuk background, klik / tekan Alt + klik pada gambar dengan eyedroper tools

32. Tekan Ctrl + J untuk membuat sebuah layer baru dari gambar anda. Pada pallet layers klik tombol lock position untuk membuka kuncian layer

33. Ukuran standar cetak

3R = 9 x 12,7 cm

4R = 10 x 15 cm

5R = 12,7 x 17,8 cm

8R = 20 x 25 cm

10R = 25 x 30 cm

12R = 30 x 40 cm

34. menggunakan path dan mask untuk seleksi objeck

- buka gambar

- pilih pent tool dan buat titik seleksi

- atur titik seleksi menggunakan tool convert point

- jika sudah diatur klik layer path lalu klik segitiga disebelahnya dan pilih make seletion

- pindah lagi ke pallet layers

- klik dua kali layer background (layer 0) lalu OK

- langkah terakhir klik mask yang terdapat di bagian bawah palet layer

35. mempertajam warna gambar

- pilih gambar

- duplicat layer

- pada layer atas di blur menggunakan Gausian Blur radius 20 Ok

- pada layer ganti mode blend menjadi screen

36. membuat patern

- buat file baru dengan ukuran 15 px x 15 px

- buat motifnya lalu klik edit / petine patern

- buat namanya lalu OK

- untuk menggunakannya klik edit fill, pilih patern dan pilih motif yang sudah kita buat

37. membuat teks menjadi objek = klik layer, rasterize, layer

38. mengubah brush style dikotak dialog brushes = Brush Tip Shape F5

39. menghilangkan bintik pada photo (noize)

- ubah foto menjadi mode lab color dari menu image

- pada layer chanel

pilih a : berikan efek gausian blur dengan radius 4

pilih b : berikan radius 7 kembali ke mode RGB

- lalu pilih filter > noize > despeckle (lakukan beberapa kali)

40. smudge tool untuk membuat tulisan berdarah

41. tekan / (slash) untuk menampilkan daerah cropping